Pembuka Pintu Pintu Rezeki

Langkah-langkah membuka rizki merupakan jalan kita dalam mendekati dalam mendekati Allah Subhanahu wa ta’ala untuk meminta dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan kita.Langkah-langkah yang kita lakukan ini hanyalah dimaksudkan untuk memperoleh keridhaanNya. Dengan keridhaanNya itu, kita mengharapkan itu kita mengharapkan Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rizqinya lewat pintu yang kita tempuh. Ada kemungkinan salah satu pintu yang kita lewati belum mengundang rizqy bagi kita. Karenanya, kita harus selalu berusaha mencoba melewati semua pintu. Di pintu mana Allah Ta’ala akan mengabulkannya, hanya Dia sajalah yang tahu.

  1. IMAN DAN TAQWA Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda : “Allah enggan untuk tidak memberikan rizqi kepada hambaNya yang beriman melainkan pasti diberiNya dengan cara yang tak terhingga.
  2. ISTIGHFAR DAN TAUBAT Imam Ar-Raghib Al-Asfahani menerangkan, ‘Dalam istilah syara’, taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukannya, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang bisa diganti. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna.” Adapun istighfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani adalah meminta ampunan dengan ucapan dan perbuatan. Firman Allah Ta’ala :”Maka aku berkata (kepada mereka), mohon ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun (Al-Quran Surah Nuh (71) ayat 10)
  3. AKHLAQ MULIA Akhlaq baik adalah sifat, sikap dan tingkah laku yang baik terhadap sesame atau orang lain, baik istri, anak, orangtua, maupun kerabat dekat. Nabi Shallallahu’alayhi wa sallam menjamin bahwa orang yang berakhlaq baik akan mendapat kebaikan dari Allah Ta’ala. Sebaliknya orang yang berakhlaq buruk akan mendapatkan malapetaka.
  4. TAWAKKAL Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda : “Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benarnya tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizqi sebagaimana rizqi burung-burung. Mereka berangkat pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” Itu bermakna, tawakkal tidaklah berarti meninggalkan usaha. Setiap muslim wajib berpayah-payah, bersungguh-sungguh dan berusaha untuk mendapatkan penghidupan. MENGIKHLASKAN IBADAH KEPADA ALLAH Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda :” Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kami melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (Shahih Muslim, Kitabul Iman)
  5. HAJI DAN UMRAH Dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhu, ia berkata, Nabi Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda :” Berhajilah kamu sekalian, niscaya kamu akan menjadi kaya. Merantaulah kamu sekalian, niscaya kamu akan menjadi sehat. Menikahlah kamu sekalian, niscaya jumlah kamu akan menjadi banyak dan aku akan membanggakan kamu sekalian dihadapan ummat-ummat lain”. Orang-orang yang mendapatkan kesulitan dalam usaha mendapatkan rizqi yang banyak bagi dirinya dan keluarganya dapat melakukan haji dan umrah sebagai jalan melapangkan rizqinya. Haji dan Umrah ini dilakukan dengan niat mencari keridhaan Allah, tidak untuk mencari pujian, popularitas atau mengejar kekayaan semata.
  6. SILATURRAHIM Silaturrahim sebagaimana dikatakan oleh Al-Mulla Ali Al-Qari adalah kinayah (ungkapan) tentang berbuat baik kepada para karib kerabat dekat, baik menurut garis keturunan maupun perkawinannya, berlemah lembut dan mengasihi mereka. BERSEDEKAH Dalam firman Allah, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rizqi yang sebaik-baiknya (Al-Quran Surah Saba (34) ayat 39)
  7. MENAFKAHI PENUNTUT ILMU Sebagian ulama telah menyebutkan bahwa orang-orang yang mempelajari ilmu agama secara sepenuhnya termasuk kelompok orang yang disinggung dalam firman Allah : “(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) dijalan Allah, mereka tidak dapat (berusaha) dimuka bumi, orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kayak arena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (Al-Quran Surah Al-Baqarah (2) ayat 273)
  8. MENOLONG SI LEMAH Rasulullah Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda :” Carilah (keridhaan) Ku melalui orang-orang lemah diantara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizqi dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah diantara kalian.”
Sumber : Majalah Aulia Edisi Januari 2012.

0 Komentar:

Posting Komentar