Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Menikah Lebih Sehat Dibanding Melajang

Pernikahan adalah sesuatu yang baik dan bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuhdan kesehatan. Kenapa menikah lebih sehat dibandingkan dengan hidup sendiri ataumelajang? Penelitian mengenai hubungan antara pernikahan dan kesehatan sebenarnya sudahdilakukan sejak awal tahun 1858 yang dilakukan oleh William Farr, ahli epidemiologi dariInggris. Menikah tidak hanya memiliki keuntungan bisa hidup bersama, tapi ada banyakmanfaat lain yang bisa didapat dibandingkan dengan hidup melajang, seperti dikutip dariPsychologytoday.com, Jumat (29/4/2011) yaitu:Memberikan gambaran keuangan yang lebih baik

Pembuka Pintu Pintu Rezeki

Langkah-langkah membuka rizki merupakan jalan kita dalam mendekati dalam mendekati Allah Subhanahu wa ta’ala untuk meminta dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan kita.Langkah-langkah yang kita lakukan ini hanyalah dimaksudkan untuk memperoleh keridhaanNya. Dengan keridhaanNya itu, kita mengharapkan itu kita mengharapkan Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rizqinya lewat pintu yang kita tempuh. Ada kemungkinan salah satu pintu yang kita lewati belum mengundang rizqy bagi kita. Karenanya, kita harus selalu berusaha mencoba melewati semua pintu. Di pintu mana Allah Ta’ala akan mengabulkannya, hanya Dia sajalah yang tahu.

Begini Sehat Ala Rasulullah SAW


SEMASA hidupnya, Rasulullah SAW tak pernah merasakan sakit. Bahkan sakit ringan sekalipun seperti pilek, tak ada satu pun riwayat yang menjelaskan ia pernah sakit. Bagaimana kiat sehat ala Rasulullah SAW itu ? Sebenarnya tidaklah sulit mendapatkan tubuh tetap bugar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad, terutama saat berpuasa Ramadan.

Menurut Ustad Januar, sekitar 4.000 tahun lalu sebenarnya Rasulullah telah memberikan cara cerdas agar tubuh sehat. Dia mencontohkan, Nabi ketika makan daging domba atau onta selalu memilih bagian paha.

Sebab pada bagian itu, paha yang selalu aktif bergerak sehingga tak mengandung lemak. Dengan kata lain, bagian paha benar-benar daging yang mengandung protein tinggi dan dibutuhkan tubuh.

"Sementara masyarakat indonesia pada umumnya ketika makan satu mangkuk sop misalnya, isinya campur-campur hampir seluruh isi perut dan lemak habis dilahap," ujar Januar saat menyampaikan ceramah agama usai salat Tarawih di musala Alkautsar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad malam, 29 Juli 2012. "Padahal dalam satu mangkok itu ada yang menyebabkan asam urat, darah tinggi, dan jantung koroner," katanya.

Cara sehat Nabi lainnya adalah menghindari dua jenis makanan yang saling berlawanan. Sederhananya, Rasulullah tidak mengonsumsi makanan darat dengan kandungan ion plus bersamaan dengan sari laut yang mengandung ion negatif. Contohnya, tidak makan daging dan ikan, ikan dan susu, ikan dan telur, susu dan buah-buahan.

Menurut Ustad Januar, salah serang pakar nutrisi bernama Abdullah Mahmud telah meneliti pola makan sehat ala Rasulullah. Penelitian dilakukan berawal dari rasa penasaran kenapa Rasulullah tak pernah sakit selama masa hidupnya. "Jadi jauh sebelum ilmu nutrisi modern muncul, Rasul sudah melakukannya lebih dulu," kata dia.

Hasil penelitian Abdullah benar-benar mengagumkan. Bahwa, mengonsumsi dua jenis makanan yang saling berlawanan membuat metabolisme tubuh melakukan proses negatif. Dampaknya terhadap kesehatan akan dirasakan setelah 10-15 tahun, seperti muncul penyakit jantung koroner. "Memilih jenis makanan yang baik bagi tubuh ini juga bisa disebut diet ala Rasulullah," katanya.

Selain pola makan, Rasulullah juga mencontohkan pola hidup sehat: membiasakan diri bangun pada waktu dini hari. Nabi Muhammad, kata Januar, telah mencontohkan kebiasaannya bangun atau salat tengah malam, kira-kira pukul 02.00 dini hari sampai subuh.

Ternyata oksigen pada waktu itu sangat segar, di mana Allah SWT mengganti semua oksigen di bumi yang telah kotor dengan cara mengangkatnya ke langit dan ditukar oksigen baru. Terbiasa bangun dini hari juga sangat bagus untuk otak, seperti lebih mudah menghafal Al-Quran.

Pola hidup sehat lainnya adalah, makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Tubuh manusia terbagi dalam tiga bagian, 1/3 adalah makanan, 1/3 lagi air, dan 1/3 sisanya untuk oksigen. "Jika tidak seimbang maka tubuh tidak normal," katanya. "Di bulan Ramadan ini adalah kesempatan sangat bagus untuk bangun lebih pagi."

Kemudian, membiasakan diri berjalan kaki. Rasulullah sangat menyukai berjalan kaki, meski sebenarnya bisa menunggangi onta ke mana pun ia hendak pergi. Salah satu manfaat berjalan kaki adalah memperlancar peredaran darah dengan terbukanya pori-pori kulit lebih lebar, sehingga sirkulasi oksigen ke dalam tubuh lebih lancar.

Terakhir, tentu puasa. Dalam salah satu hadis Nabi dijelaskan; Suumu tasihhu yang maknanya berpuasalah agar kamu sehat. Setidaknya dengan berpuasa, memberikan kesempatan pencernaan beristirahat.

Sumber : www.tempo.co

Riset: Menikahlah, Anda Jauh Lebih Bahagia!


PERNYATAAN yang sering mengatakan, sendiri jauh lebih baik akhirnya gugur sudah. Sebuah penelitian terbaru mengatakan, dengan menikah, orang jauh lebih bahagia.
Para peneliti dari Michigan State University telah menemukan bahwa orang yang sudah menikah cenderung lebih bahagia selama hidup daripada orang yang belum menikah. Studi ini diterbitkan dalam Journal of Research in Personality baru-baru ini.
Menurut para peneliti, pernikahan tampaknya untuk melindungi terhadap penurunan normal dalam kebahagiaan saat dewasa.

"Studi kami menunjukkan bahwa orang rata-rata lebih bahagia daripada mereka tidak menikah," ujar Stevie C.Y. Yap, seorang peneliti dari departemen psikologi MSU seperti dilansir ScienceDaily baru-baru ini.
Pandangan ini dibuktikan secara ilmiah oleh para peneliti di Michigan State University (MSU) yang dirilis di Journal of Research in Personality.
Mereka menyimpulkan, meskipun kehidupan pernikahan tidak serta merta membuat orang lebih bahagia ketimbang hidup melajang, tapi pasangan yang menikah merasakan kebahagian secara lebih lama. Ini berdasarkan penelitian yang menguji data survei nasional Inggris dari ribuan pasang suami-istri.
"Sementara orang yang melajang akan secara bertahap mengalami rasa kebahagiaan itu menurun seiring dengan tahun berlalu," kata Stevie.
Bahagia dan Berkah

Jika para peneliti hanya menemukan pengaruh menikah hanya pada aspek kepuasan batin semata maka, Islam jauh di atas semua itu.
Dalam banyak firmannya Allah Subhanahu Wata’ala banyak menjanjikan keberkahan atas pernikahan.


“Dan di antara tandatanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istriistri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar Ruum [30]: 21).

Banyak pula riwayat tentang berkah bagi pasangan yang telah menikah, sebagaimana disampaikan Nabiullah Muhammad.

“Apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih dan sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih dan sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih dan sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih dan sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya.” (HR. Abu Sa’id)

“Shalat dua rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga (menikah) lebih baik, daripada 70 rakaatyang diamalkan oleh jejaka (atau perawan).” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Tentusaja dalam Islam, yang disebut pernikahan adalah antara pria dan wanita. Jika tidak, justru mendapat murka Allah.

Nah, jika Anda sudah layak dan sudah ada jodoh, jangan tunda-tunda lagi, bersegeralah menikah, agar dapat berkahnya.

Sumber : zilzaal.blogspot.com

Bercerai di Usia Muda Bahayakan Kesehatan


BELAKANGAN, perceraian sangat sering terjadi. Banyak alasan yang melatarbelakangi perpisahan antara suami-istri ini. Namun perceraian di usia muda akan berefek buruk bagi kesehatan.

Ilmuwan dari Michigan State University, Amerika Serikat, telah mempublikasikan sebuah laporan dalam Social Science & Medicine journal. Laporan itu menyatakan bercerai di usia muda menyebabkan lebih banyak kerusakan pada kesehatan. Ancaman itu dibandingkan dengan yang bercerai di usia lebih matang.

Setelah menganalisa data statistik kesehatan lebih dari seribu orang Amerika, sosiolog menemukan orang berusia matang, antara 44 hingga 50 tahun, biasanya memiliki indikator kesehatan yang lebih stabil setelah bercerai. Namun indikator itu tak ditemukan pada pasangan muda yang bercerai di usia 35 hingga 41 tahun.

Mungkin terlihat menarik, selama perkawinan, indikator kesehatan mereka tidak banyak berubah. Artinya, kesejahteraan dan datangnya penyakit dikarenakan perceraian itu.

Penulis studi dari Associate Professor of Sociology, Hui Lie, percaya orang muda membutuhkan lebih banyak dukunggan dari lingkungan sosial dan keluarga. Mereka cenderung sering gagal mengatasi stres akibat perceraian.

Orang dewasa, justru sebaliknya, terkadang mereka merasa lega setelah berpisah. Menurut mereka, perkawinan tak membuat mereka bahagia. Itulah yang menjadi alasan perceraian mereka.(geniusbeauty/***)
Sumber : www.metrotvnews.com

Minuman Meningkatkan Kekebalan Tubuh





Beberapa hal bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, salah satunya melalui minuman. Untuk itu ketahui minuman yang baik dikonsumsi pagi hari untuk tingkatkan kekebalan tubuh.
Dr David Katz dari Yale Prevention Research Center menuturkan minum air putih akan membantu menjaga sistem kekebalan tubuh berjalan lancar. Namun beberapa minuman lain bisa mengandung senyawa yang mampu meningkatkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Untuk itu mulailah konsumsi minuman yang bisa membuat tubuh sehat dan bebas penyakit di pagi hari, seperti dikutip dari Livestrong, Senin (6/2/2012) yaitu:
1. Teh hijau
Ritual mengonsumsi teh hijau di pagi hari tidak hanya baik untuk jiwa, tapi sudah diketahui berabad-abad sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh dan mencegah serta menyembuhkan berbagai keganasan.
Jurnal tahun 2009 yang dipublikasikan dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition mencatat efek menguntungkan ini kemungkinan disebabkan oleh polifenol dan antioksidan yang ditemukan dalam teh.
2. Probiotic shake
Minuman probiotik mengandung bakteri menguntungkan seperti bifidobacterium diketahui mampu meningkatkan jumlah sel-T (sejenis sel darah putih) di dalam tubuh dan memperkuat sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.
3. Jus jeruk
Minuman ini terdengar klasik diminum pagi hari, tapi Sally Barclay, RD dari Iowa State University menuturkan jus ini mengandung banyak vitamin C yang membantu tingkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu bisa juga dinikmati dalam bentuk minuman smoothie yang dicampur kiwi serta semangka.
4. Minuman protein
Minuman protein tidak hanya meningkatkan pertumbuhan otot, tapi juga bisa membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Hal ini kemungkinan karena minuman protein mengandung glutathione yaitu suatu antioksidan yang dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik.
5. Minuman serat
Peneliti dari University of Illinois menemukan konsumsi minuman serat larut secara teratur bisa meningkatkan sel sistem kekebalan tubuh sehingga membantu proses penyembuhan dan memulihkan tubuh sakit lebih cepat.
detikhealth.com

10 Tes Kesehatan Sebelum Menikah





Jakarta, Banyak calon pengantin mengabaikan tes kesehatan sebelum menikah dengan berbagai alasan. Tapi sebaiknya jangan melewati tahapan penting ini untuk menghindari permasalahan di masa mendatang. Sedikitnya ada 10 tes kesehatan penting yang harus dilakukan sebelum menikah.

Hampir semua orang yang akan menikah pasti memiliki tujuan untuk memiliki keturunan atau anak. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa memiliki anak banyak faktor yang berpengaruh, tidak hanya dari pihak perempuan saja tapi juga bisa disebabkan oleh pihak laki-laki.

"Untuk itu sebaiknya setiap pasangan baik laki-laki maupun perempuan memeriksakan kesehatannya terutama kesehatan reproduksi, untuk mengetahui apakah ada masalah dalam organ reproduksinya. Sehingga jika nanti terjadi sesuatu seperti susah memiliki anak atau ada masalah pada kandungannya, pasangan tidak saling menyalahkan satu sama lain," ujar dr. Maria Sukmawaty Hernan saat dihubungi detikHealth, Jumat (7/8/2009).

Pemeriksaan sebelum menikah yang dilakukan untuk perempuan adalah:
Pemeriksaan Torch (termasuk tokso dan rubella)
Melakukan vaksin TT (untuk tetanus)
Cek hormon (kadar estrogen, estradiol, tiroksin, FSH, LH) yang akan mempengaruhi seseorang cepat atau tidak untuk hamil dan untuk pematangan sel telur
Mengukur kadar panggul apakah sempit atau tidak yang akan mempengaruhi proses melahirkan.
Pemeriksaan bentuk rahim.
Pemeriksaan ovarium untuk mengetahui sel telurnya.
Cek alergi sperma atau tidak dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Sedangkan untuk laki-laki dilakukan:
Pemeriksaan kesehatan menyeluruh
Pemeriksaan untuk mengetahui apakah memiliki penyakit menular seksual atau tidak.
Pemeriksaan sperma apakah spermanya aktif dan jumlahnya banyak.

Sayangnya, tahapan pemeriksaan ini sering diabaikan. Banyak faktor yang menyebabkan pasangan tidak mau melakukan pemeriksaan sebelum menikah diantaranya merasa hidupnya normal-normal saja dan tidak macam-macam. Bisa juga takut jika terjadi sesuatu dengan hasilnya membuat pasangan tidak jadi menikah.

"Bahkan ada pemikiran orang yang menganggap hal ini masih tabu untuk dilakukan dan mahalnya biaya pemeriksaan," ujar dokter yang berpraktik di Bandung ini.

Idealnya pemeriksaan ini dilakukan satu bulan sebelum menikah, karena hasilnya tidak membutuhkan waktu yang lama dan jika terjadi sesuatu bisa dilakukan perawatan untuk memperbaikinya.

Meskipun ada beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) yang mengharuskan pasangan untuk melakukan pemeriksaan sebelum menikah, tapi nyatanya banyak yang tidak melakukannya. Mungkin ini disebabkan oleh pemikiran masyarakat yang ingin segera menyelesaikan urusan administrasi jadi banyak yang melakukan sistem 'tembak'.



"Namun, bagi pasangan yang ingin melakukan pemeriksaan sebelum menikah, sebaiknya melakukannya pada dokter spesialis kandungan bagian fertilitas," ujarnya.

Bagi Anda yang ingin menikah tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu karena hal ini bisa saling menguntungkan bagi keduanya.

sumber : detik.com

Pernikahan Bahagia Sehatkan Jantung





VIVAnews.
Pasangan bahagia bisa saling mendukung untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.
Pipiet Tri Noorastuti, Febry Abbdinnah
Pernikahan langgeng yang bahagia menjadi dambaan setiap orang. Tidak sekadar menabur kebahagiaan, pernikahan semacam itu juga memberi pengaruh positif bagi kesehatan, terutama kesehatan istri.

Seperti dilansir dari Telegraph, penelitian Universitas Rochester Amerika menemukan bahwa 83 persen wanita yang merasa bahagia pada pernikahannya dapat melanjutkan hidup hingga 15 tahun, setelah operasi bypass jantung.

Jumlah itu sangat signifikan jika dibandingkan Itu dibandingkan dengan hanya 28 persen yang tidak bahagia dalam pernikahannya, dan 27 persen wanita yang belum menikah.

Penelitian yang diterbitkan di Health Psychology Journal ini juga menunjukkan bahwa suami bahagia memiliki tingkat kelangsungan hidup 83 persen. Namun, ini tidak menjadi perbedaan yang signifikan. Karena, bagi suami yang tidak puas terhadap pernikahannya masih memiliki kemungkinan bertahan hidup 60 persen.

Perbedaan tersebut tidak terlalu jauh dari kemungkinan hidup suami bahagia. Sedangkan, pria yang belum menikah hanya memiliki 36 persen kemungkinan bertahan hidup.

Prof Kathleen Raja, pemimpin penelitian, mengatakan bahwa memiliki suami dan istri yang saling mendukung dapat mendorong mereka untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, seperti rajin berolahraga, bahkan menyemangati untuk meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok.

Berada di sebuah kehidupan pernikahan yang sehat juga dapat memotivasi pasien untuk lebih peduli terhadap kesehatan karena mereka memiliki alasan untuk tetap hidup.

Prof Harry Reis, rekan penulis penelitian, mengatakan bahwa pernikahan yang bahagia memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup pasien setelah melakukan operasi bypass. Kesimpulan ini dibuat sembari melihat faktor risiko seperti penggunaan tembakau, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang mengalami sedikit pertengkaran dalam pernikahan mereka memiliki tingkat risiko lebih rendah terhadap berbagai jenis peradangan terkait penyakit jantung.

• VIVAnews

Tes Kesehatan Sebelum Menikah, Penting!


Tes Kesehatan Sebelum Menikah, Penting!
Jakarta: Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah penting dilakukan. Sayangnya, hal ini masih kerap diabaikan oleh para pasangan calon pengantin.

Menurut Boyke Dian Nugraha, spesialis kebidanan dan kandungan, masih banyak calon pengantin yang menganggap sepele pemeriksaan kesehatan pranikah. "Mereka lebih disibukkan mempersiapkan perlengkapan upacara pernikahan atau ada juga yang merasa tidak perlu memeriksakannya karena sudah saling percaya," ujar Boyke dalam paparan hasil Sexual Wellbeing Global Survey, di Jakarta.

Sejatinya, pemeriksaan kesehatan pranikah tidak terlalu rumit. Apalagi ongkos jasanya pun cukup terjangkau. Beberapa rumah sakit, klinik, atau laboratorium sudah banyak yang menyediakan paket pemeriksaan kesehatan pranikah atau bisa diambil beberapa pemeriksaan saja.

Tes biasanya meliputi sembilan pemeriksaan yaitu hematologi rutin, urin rutin, golongan darah (A, B, O) dan rhesus, glukosa puasa, HBsAG, VDRL/ RPR, analisis Hb HPLC, badan inklusi H6H dan gambaran darah tepi. Untuk perempuan ada dua pemeriksaan lain, antirubella lgG, antitoxoplasma lgG serta antiCMV lgG.

"Tes HIV juga penting dilakukan. Tes ini terjangkau, namun banyak pasangan yang tak berani melakukannya," kata Boyke.

Padahal, menurut Boyke, jika diketahui salah satu pasangan atau keduanya dinyatakan HIV positif dapat dilakukan upaya pencegahan agar virus tak menyebar ke anak. Misalnya dengan kehamilan yang direncanakan atau bahkan sama sekali memutuskan tak memiliki anak.

Dalam kesempatan yang sama juga diulas hasil survei yang menyatakan 7 dari 10 orang Indonesia tidak menggunakan pelindung (kondom) saat pertama kali berhubungan seks.

Survei yang dilakukan oleh Durex terhadap 1.015 partisipan laki-laki dan perempuan Indonesia yang berusia di atas 18 tahun, menemukan 7 dari 10 orang Indonesia tidak menggunakan pelindung terhadap infeksi menular seksual ketika pertama kali berhubungan seks. Hubungan seks tanpa pelindung bisa menyebabkan penularan HIV/AIDS atau penyakit menular lainnya, juga mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan.

"Padahal jika kondom digunakan dan disimpan dengan benar bisa memberikan perlindungan hingga 100 persen dalam mencegah penyakit infeksi menular seksual dan juga kehamilan yang tidak diinginkan," kata Boyke.

Boyke pun memberikan tiga alasan mengapa sebaiknya menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks. Pertama, untuk mengendalikan kelahiran sehingga bisa menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Kedua, melindungi diri terhadap penyakit menular seksual atau infeksi menular seksual. Serta terakhir, sebagai pelindung tambahan atau cadangan dari metode kelahiran lain yang digunakan, misalnya lupa mengonsumsi pil kontrasepsi. (Go4Healthy/*) Metrotvnews.com,